Universitas Gunadarma

Senin, 31 Oktober 2016

Hubungan manusia dengan sastra

# PENGERTIAAN MANUSIA
Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, di suatu ruang lingkup manusia adalah komponen paling penting yang saling berinteraksi terus menerus sesuai dengan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial, interaksi tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.
# PENGERTIAAN SASTRA
Sastra berasal dari bahasa sanskerta yang berarti “teks yang mengandung intruksi”  atau “pedoman”, dari kata dasarśās yang berarti “intruksi” atau “ajaran” . Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusraan”  atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Sastra juga merupakan penggambaran kehidupan yang dituangkan melalui media tulisan. Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi satra lebih mengacu sesuai definisinya sebagai sekedar teks, sedangkan sasrawi loebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstrak.
# HUBUNGAN MANUSIA DENGAN SASTRA
Terdapat hubungan yang erat antar sastra dan kehidupan, karena fungsi sosial sastra adalah bagaimana ia melibatkan dirinya ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Melalui sastra merupakan salah satu kebudayaan, sedangkan salah satu unsur kebudayaan adalah sebagai sistem nilai. Oleh karena itu didalam sebuah karya sastra tentu akan terdapat gambaran-gambaran yang merupakan sistem nilai. Nilai-nilai yang ada itu kemudian dianggap sebagai kaidah yang dipercaya kebenarannya, sehingga pola pikir masyarakat dapat terbentuk melalui karya sastra.
Contoh
Karya sastra seperti pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan diasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima atau sajak. Dua baris terarkhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Referensi
http://bantenblog.blogspot.com/2010/12/sejarah-debus.html
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar