Perkembangan
Ilmu Pengetahuan Alam
Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan kumpulan
pengetahuan tersusun secara sistematis yang didasarkan pada penyelidikan dan
interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa atau gejala alam melalui metode dan sikap
ilmiah. Ilmu ini terus berkembang, bertambah luas, dan mendalam sesuai dengan
hasil-hasil penemuan dan penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang-cabang
ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi
dan Antariksa (IPBA). Dalam perkembangannya, ternyata banyak proses yang
penjelasannya memerlukan bantuan dari dua atau lebih cabang ilmu yang merupakan
kombinasi dari cabang-cabang yang telah ada, seperti Kimia Fisika, Biokimia,
Biofisika, dan Geofisika. Pembagian IPA dalam berbagai cabang tersebut
sebenarnya untuk lebih mempermudah mempelajari alam seisinya dari sudut pandang
tertentu. Namun di luar dari pada itu, satu hal yang pasti, yakni sasaran yang
diselidiki, diuraikan, dan dibahas adalah satu, yaitu alam semesta yang
meliputi: asal mula alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses,
mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi
(Rohadi,2013).
1. TEORI
TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA
Teori terbentuknya alam semesta telah di kaji dan di
pelajari oleh para ilmuan ahli astronomi semenjak dahulu, Manusia sebagai
mahluk ciptaan Tuhan yang berlakal, mempunyai nafsu dan sebagai penghuni alam
semesta selalu ingin tahu untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal
yang terjadi, termasuk dalam hal astronomi.
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos
dan makrokosmos seperti berikut :
Mikrokosmos : benda-benda alam yang mempunyai
ukuran yang sangat kecil. misal ; electron, atom, amuba, dll
Makrokosmos : benda-benda alam yang mempunyai
ukuran yang sangat besar. misal ; planet, bintang, galaksi, dll
Adapun beberapa teori terbentuknya alam semesta
munurut para pakar astronomi adalah sebagai berikut :
1. TEORI KEADAAN TETAP (STEADY STATE THEORY)
Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna
yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun dan kapanpun selalu sama.
Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada saat terntentu yang
telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun
galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lainnya.
Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu
tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya (tanpa awal dan akhir)
2. TEORI DENTUMAN BESAR (BIG BANG THEORY)
Teori ini di kembangkan oleh George Lemaitre, dimana
teori ini mengemukakan bahwa pada mulanya alam semesta berupa sebuah primeval
atomyang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Atom tersebut
mempunyai massa yang sangat besar dan massa jenis yang sangat besar. Kerena
adanya reaksi inti, atom tersebut kemudian meledak dengan hebat. kemudian massa
tersebut mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan dan tersebar di
alam semesta. Kemudian akan terjadi ekspansi massa yang berlangsung jutaan
tahun dan akan terus berlangsung.
Dari kedua teori di atas, teori big bang lah yang
sekarang menjadi acuan masyarakat mengenai terbentuknya alam semesta ini.
mengenai benar tidaknya tentang terbentuknya alam semesta ini tentunya hanya
Tuhan lah yang tahu segalanya.
2. TEORI
PEMBENTUKAN TATA SURYA
Teori Pembentukan
Tata Surya - Tata surya telah terbentuk dari
ribuan tahun yang lalu. Ada beberapa teori pembentukan tata surya. Berikut
uraian masing-masing teori pembentuk tata surya.
a.Teori Nebula
a.Teori Nebula
Teori nebula atau teori kabut asap merupakan salah satu teori pembentuk tatasurya yang dikemukakan oleh ilmuwan jerman yang bernama Immanuel Kant. Menurut teori ini ‘dahulu di alam semesta terdapat gumpalan kabut yang berputar secara perlahan-lahan dan lama kelamaan bagian tengah kabut menjadi gumpalan gas yang disebut matahari,bagian kabut disekelilingnya akan membentuk planet-planet dan satelitnya, asteroid, komet dan benda langit lainnya”.
Seorang fisikawan prancis, Pierre Simon de laplace, mengungkapkan pendapatnya, bahwa “Tata surya berasal dari kabut panas yang terus berputar dan membentuk gumpalan kabut berbentuk bulat seperti bola besar. Karena terus berputar bentuk bola itu pepat pada kutubnya dan melebar pada bagian equatornya. Sebagian massa gas pada equatornya akan menjauh dari gumpalan inti dan akan membentuk cincin-cincin yang melingkari bagian intinya. Dalam jangka waktu yang lama cincin-cincin itu akan berubah menjadi gumpalan padat yang kecil-kecil yang disebut palnet. Sedangkan inti kabut berbentuk gas pijar yang disebut matahari.’
b.Teori Planetisimal.
Teori Planetisimal merupakan teori pembentuk tata surya yang dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin. Menurut teori plenetesimal matahari sudah ada sebelumnya dan ketika ada bintang yang melintas dekat matahari sehingga menyebabkan permukaan matahari mengalami pasang dan sebagian massa matahari akan terlempar ke luar. Massa yang terlempar ke luar akan akan tertarik
oleh gaya gravitasi matahari sehingga tetap
mengorbit matahari. Massa ini lama kelamaan akan mendingin dan membentuk
planet, satelit dan asteroid. Baca: Pengertian Tatasurya
c.Teori Pasang surut.
c.Teori Pasang surut.
Teori pasang surut merupakan teori pembentukan tatasurya yang dikemukakan oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys. Menurut teori planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di
dekatnya . Ketika sebuah bintang melintas dekat matahari bagian matahari akan mengalami pasang, dan bagian gas matahari akan terlepas menyerupai cerutu yang mementang ke arah bintang. Bintang bergerak menjauhi matahari dan massa cerutu akan terputus-putus membentuk gumpalan gas disekitar matahri yang kemudian disebut planet.
d.Teori Bintang Kembar
Teori Bintang Kembar merupakan teori pembentukan tatasurya yang dikemukakan oleh Lyttleton seorang astronom Inggris. Menurut teori ini pada awalnya matahari merupakan bintang kembar. Pada suatu saat ada bintang yang melintas dan menabrak salah satu bintang kembar. Bintang kembar yag tertabrak kemudian hancur menjadi bagian-bagian kecil yang terus menerus berputar dan mendingin kemudian menjadi planet planet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.
e.Teori Protoplanet.
Teori Awan Debu atau teori proto planet merupakan teori pembentukan tatasurya yang dikemukakan oleh Carl Von Weizsaecker, G.P. Kuiper & Subrahmanyan Chandarasekhar. Menurut teori ini dahulu di alam semesta terdapat awan, gumpalan debu dan gas kosmos yang berbentuk seperti piring dan terus berputar. salah satu dari awan gas mengalami pemampatan dan menarik partikel debu ke pusat awan membentuk gumpalan bola. Gumpalan bola kemudian memipih dan membentuk cakram. Partikel pada di bagian tengah cakram saling menekan dan menghasilkan panas pijar yang disebut matahari. Sedangkan bagian luar akan berputar sangat cepat dan terpecah menjadi gumpalan kecil yang berpilin dan membeku membentuk planet dan satelit.
3. STRUKTUR
LAPISAN BUMI DAN PENJELASANNYA
Bumi terdiri dari empat lapisan konsentris: inti,
inti luar, mantel dan kerak. Kerak terdiri dari lempeng tektonik, yang berada
dalam gerakan konstan. Gempa bumi dan gunung berapi yang paling mungkin terjadi
pada batas lempeng. Bumi terdiri dari empat lapisan yang berbeda:
1. Inti dalam adalah pusat bumi dan merupakan bagian terpanas dari Bumi. Hal ini padat dan terdiri dari besi dan nikel dengan suhu hingga 5.500 ° C. Dengan energi panas yang sangat besar, inti dalam seperti ruang mesin dari Bumi.
1. Inti dalam adalah pusat bumi dan merupakan bagian terpanas dari Bumi. Hal ini padat dan terdiri dari besi dan nikel dengan suhu hingga 5.500 ° C. Dengan energi panas yang sangat besar, inti dalam seperti ruang mesin dari Bumi.
2. Inti luar adalah lapisan yang mengelilingi inti.
Ini adalah lapisan cair, juga terdiri dari besi dan nikel. Hal ini masih sangat
panas, dengan suhu mirip dengan inti.
3. mantel adalah bagian terluas dari Bumi. Ini
memiliki ketebalan sekitar 2.900 km. mantel terdiri dari semi-batuan cair yang
disebut magma. Di bagian atas mantel batu yang keras, tetapi lebih rendah ke
bawah batu lembut dan mulai mencair.
4. Kerak adalah lapisan luar bumi. Ini adalah
lapisan tipis antara 0-60 km tebal. Kerak adalah lapisan batuan padat di mana
kita hidup.
Berdasarkan materi-materi penyusunnya, kerak bumi
masih dikelompokkan menjadi beberapa lapisan yaitu:
Lapisan atas, pada lapisan ini merupakan tempat
dimana makhluk hidup berkembangbiak. Lapisan atas terdiri atas pelapukan batuan
dan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati. Lapisan ini disebut sebagai tanah
humus.
Lapisan tengah, lapisan ini merupakan lapisan yang
sedikit gersang dan terdiri atas air serta pelapukan batuan. Lapisan tengah
disebut dengan nama lapisan tanah liat.
Lapisan bawah, lapisan bawah merupakan lapisan
batuan yang masih belum sempurna pembentukannya.
Lapisan batuan induk, pada lapisan ini terdapat
bebatuan padat sebagai penyusunnya.
Untuk saat ini pambahasan mengenai struktur bumi
cukup sampai disini. Di lain kesempatan kita akan membahas materi tentang
struktur bumi yaitu pada bagian tanah serta lapisan atmosfer bumi
4. TEORI
TERBENTUKNYA PLANET BUMI
a. Pengertian
Bumi
Bumi merupakan tempat yang di tinggali oleh makhluk
hidup. Kurang lebih 250 juta tahun yang lalu bentuk kerak benua di bumi
sebagian besarnya adalah daratan yang lebih di kenal dengan pangea.
Kurang lebih 200 juta tahun yang lalu pangea
terbelah menjadi dua benua besar menjadi laurasia yang saat ini terbagi
menjadi amerika utara, eropa, serta beberapa bagian asia tengah dan asia
timur, dan benua besar lainnya adalah gondwana yang terbagi menjadi amerika
selatan, afrika india, australia serta bagian asia yang lain.
Lalu bagian – bagian dari dua benua besar ini
terpecah dan hanyut sehingga terjadi tabrakan dengan bagian yang lain.
Sebagai planet yang menjadi tempat tinggal makhluk
hidup, bumi tersusun dengan beberapa lapisan bumi. Dimana memiliki banyak bahan
material pembentukan bumi, serta semua kekayaan alam yang terkandung didalam
bumi.
Permukaan bumi memiliki bentuk yang berbeda beda,
dimulai dari daratan, lautan, pegunungan, danau, perbukitan, dan masih banyak
yang lainnya.
Bumi merupakan salah satu planet yang masuk kedalam
sistem tata surya dalam alam semesta tapi bumi tidak hanya diam seperti apa
yang kita perkirakan selama ini, sebaliknya bumi melakukan perputaran pada
porosnya atau yang sering disebut rotasi serta bergerak mengitari matahari atau
sering disebut revolusi dan pusat sistem tata surya.
Semua itu lah yang menyebabkan terjadinya siang dan
malam serta pasang dan surutnya air laut. Karena semua itu, proses terbentuknya
bumi juga disebabkan oleh terbentuknya tata surya .
b. Pembentukan
Bumi
Pembentukan bumi terdiri dari teori-teori berikut
1. Teori Kabut Atau Yang Sering Disebut (Nebula)
Dari jaman sebelum masehi, para ahli sudah
memikirkan bagaimana proses terjadinya bumi. Dan salah satunya adalah teori
kabut atau yang disebut nebula yang diperkenalkan oleh Immanuel
Kant pada tahun 1755 serta Piere de Laplacepada tahun 1796. Dimana
mereka berdua terkenal dengan teori kabut kant laplace.
Dalam teori tersebut mengatakan bahwa di dalam jagat
raya terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut atau nebula. Dimana gaya tarik
menarik antara gas yang kemudian membentuk kumpulan kabut yang sangat besar
serta berputar semakin cepat.Dimana proses perputaran yang sangat cepat ini,
materi kabut dibagian khatulistiwa terlempar dan terpisah serta memadat yang
disebabkan karena pendinginan.
Pada bagian yang terlempar ini menjadi planet –
planet di dalam tata surya. Teori nebula terbagi menjadi beberapa tahap .
Matahari beserta planet-planet yang masih berbentuk
gas, dimana kabut yang masih sangat pekat dan besar.Kabut yang masih berputar
serta berpilin dengan kuat dan pemadatan terjadi pada pusat lingkaran dan
kemudian membentuk matahari.
Lalu pada saat bersamaan materi lainnya membentuk
menjadi massa yang lebih kecil dai pada matahari dan kemudian menjadi planet,
serta bergerak memutari matahari.Kemudian materi tersebut semakin besar dan
selalu melakukan gerakan yang teratur mengitari matahari dalam satu orbit yang
tetap kemudian membentuk tingkatan keluarga matahari.
2. Teori Planetisima
Sejak awal abad 20, Forest Ray Moulton seorang
ahli astronomi asal amerika serta rekannyaThomas C.Chamberlain ahli
geologi, mengemukakan teori planestisimal hypothesis, bahwa matahari terbentuk
dari massa gas yang bermassa sangat besar, disaat ada bintang lain yang
melintas dan sangat dekat dan hampir terjadinya tabrakan. Terlalu dekatnya
lintasan mempengaruhi antara gaya gravitasi dengan dua bintang yang
mengakibatkan tertariknya gas serta materi ringan yang ada pada bagian tepi.
Pengaruh gaya gravitasi menyebabkan materi terlempar
dan meninggalkan permukaan matahari serta permukaan bintang. Materi yang
terlempar menyusut serta membuat gumpalam planestimal. Kemudian planestimal
dingin dan memadat yang membentuk planet yang mengitari matahari.
3. Tori Pasang Surut Gas (Tidal)
Teori yang dikemukakan James
Jeans dan Harold Jeffrey tahun 1918, bintang besar yang
mendekati matahari dengan jarak pendek, yang pada akhirnya membuat pasang surut
pada badan matahari, pada saat matahari dalam keadaan gas. Penyabab terjadinya
pasang surut air laut adalah massa bulan serta jauhnya jarak antara bulan ke
bumi 60 kali radius orbit di bumi.
Namun jika bintang yang massanya mendekati masa
besarnya dengan matahari mendekat, lalu akan membentuk semacam
gunung gelombang pada badan matahari, yang terjadi karna gaya tarik
bintang. Gunung-gunung tadi akan menjadi tinggi yang sangat luar biasa kemudian
terbentuk semacam lidah pijar yang sangat besar, yang menjulur oleh massa
matahari dan mengarah ke arah bintang besar. Lambat laun kolom-kolom ini
akan pecah kemudian akan menjadi benda tersendirian.
Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas
dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda
tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada
bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya,
sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap planet yang berbentuk
tadi.
Planet-planet akan mengelilingi matahari namun
tetapi ketika mengelilingi planet-planet yang besar proses pendinginannya akan
lambat sedangkan pada planet-planet kecil akan berjalan lebih cepat.
4. Teori Bintang Kembar
Teori yang dikemukakan seorang ahli astronomiR.A
Lyttleton , teori ini menerangkan bahwa galaksi berawal dari kombinasi
bintang kembar.
Dimana satu dari bintang itu meledak membuat banyak
material yang terlempar, sedangkan bintang yang tidak meledak itu disebut
matahari dan bintang yang meledak itu menjadi planet-planet yang mengelilingi
matahari.
5. Teori Big Bang
Teori big bang menjelaskan bahwa bumi berasal dari
puluhan milyar tahun yang lalu. Dimana ada gumpalan kabut yang sangat besar
berputar pada porosnya. Putaran itu memungkinkan bagian-bagian kecil terlempar
sedangkan bagian besar menjadi satu dan menjadi pusat pembentukan cakram
raksasa.
Gumpalan raksasa itu meledak dan mebentuk galaksi
dan nebula-nebula. Sekitar 4,6 miliyar tahun Pembekuan yang terjadi
membuat nebula-nebula membentuk galaksi bernama galaksi bima sakti dan kemudian
terbentuk sistem tata surya. Bagian ringan yang terlempar membentuk
gumpalan-gumpalan yang memadat. Dan gumpalan itu membentuk planet-planet.
Sekian penjelasan tentang 5 Teori Terbentuknya
Bumi Menurut Para Ahli Lengkap yang telah dijelaskan oleh
seputarpengetahuan.com. Bumi merupakan satu satunya planet yang memiliki
gravitasi sehingga dapat menjadi tempat tinggal makhluk hidup jadi lestarikan
bumi ini dan menjaga bumi kita dengan baik untuk masa depan generasi yang akan
datang. Semoga bermanfaat
6. Hipotesis Peledakan Bintang
Teori tersebut dinyatakan oleh astronomi
dari Inggris, Fred Hoyle ditahun 1956. Kemungkinan matahari tersebut
mempunyai kawan sebuah bintang (matahari juga bintang) serta
juga pada mulanya berevolusi satu sama dengan yang lain.
terdapat juga diantaranya yang memadat serta juga mungkin terjerat ke
dalam orbit disekeliling matahari.
Banyak bintang yang meledak itu kemudian akan bebas
di ruang angkasa. Teori tersebut didukung banyak ahli astronomi,
disebabkan karena banyak bintang ganda atau juga bintang kembar
setelah diketahui memang ternyata ada.
7. Hipotesis Kuiper
Teori ini dinyatakan oleh Astronom bernama Gerard P.
Kuiper (1905-1973) ialah bahwa semesta terdiri atas formasi daro
bintang-bintang. Menurut Gerard ini , dua pusat yang memadat terus
berkembang didalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen. Pusat yang
1(satu) lebih besar daripada pusat yang lainnya serta juga kemudian
memadat dan menjadi bintang tunggal, yakni matahari.
Referensi
http://googleweblight.com/?lite_url=http://kliksma.com/2015/05/struktur-lapisan-bumi-dan-penjelasannya.html&ei=LW8KCYdg&lc=en-ID&s=1&m=915&host=www.google.co.id&ts=1492057723&sig=AJsQQ1CoTn4mTgdabqxnKO7g_E55crzQ3A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar